awal bulan november....
"Kian, apabila langit mulai gelap. Apa yang akan kamu lakukan?"
seseorang bernama Kian melihat sekelilingnya, apakah matahari akan terbenam?
dia rasa tidak, apakah gadis di sebelahnya mempunyai penglihatan yang berbeda.
"Kian, aku menanyakan bukan berarti itu akan terjadi. Aku hanya penasaran tentang jawaban Kian,"
dengan memulai menggigit bibir atasnya, berpikir jawaban yang akan masuk akal. Atau lebih tepatnya agar dirinya tidak di anggap aneh.
"Aku akan mengulang lagu kemarin, sambil mengingat apa saja yang terjadi hari ini, sudahkah lebih baik dari kemarin."
gadis di sebelahnya menatap dengan penuh keseriusan, apakah jawabannya salah?
atau tidak dapat di nalar?
Tetapi gadis di sebelahnya tidak berbicara apapun, yang terasa saat ini adalah wajah gadis di sebelahnya semakin mendekat. Sampai dia bisa merasakan hirupan nafas yang hangat, dari hidung gadis itu.
"Kenapa wajah Kian berwarna merah?"
"Karena saya laki laki. Hujan masih ingat, jenis kelamin kamu apa?"
"Aaku..uu?"
gadis di sebelahnya bernama Hujan, seorang perempuan yang sedang duduk istirahat denganya.
Karena sudah seharian, menjual es krim. Hujan sangat menyukai permen kaki berwarna merah.
Hujan melanjutkan kalimatnya yang tadi sempat, ditanyakan kepada Kian,
"Akuu perempuan Kian," jawab Hujan
"Nah, kalau perempuan sedekat itu dengan laki laki itu yang akan terjadi."
"Lucu," dengan ekspresi menggemaskan, seperti bocah umur 3 tahum yang menemukan mainan baru yang sangat berharga.
Hujan tertawa dan Kian kebingungan, apa sebenarnya yang membuat gadis di sebelahnya tertawa.
"Wajah Kian saat sedekat itu, aku suka sangat lucu, membuat Hujan bahagia."
"Jangan lakukan lagi." perintah Kian
Hujan tidak menghiraukannya, malah terlihat tertantang.
"Esok akan aku lakukan lagi."
Setelah itu Hujan pergi membawa kotak berisi es krim yang ia jual.
Meninggalkan Kian dengan muka kesal, namun hati yang berbunga karena sikap Hujan.